Selasa, 17 September 2013

tokoh perintis ilmu sosiologi

PARA PERINTIS SOSIOLOGI
        TOKOH  SOSIOLOGI KLASIK
·         AGUSTE COMTE (1798-1857)
·         KARL MARX (1818-1883)
·         EMILE DURKHEIM (1858-1917)
·         MAX WEBER (1864-1920)

           TOKOH  SOSIOLOGI MASA KINI
·         MILLS
·         DAHRENDORF
·         COSER
·         COLLINS

RINGKASAN
Menurut peter berger pemikiran sosiologis berkembang manakala masyarakat menghadapi ancaman terhadap hal yng selama ini dianggap sebagai hal yang sudah seharusnya demikian , benar, nyata. Manakala hal yang selama ini menjadi pegangan manusia mengalami krisis, maka mualailah orang melakukan renungan sosiologis.
Para pemuka sosiologis terdiri atas sejumah tokoh klasik seperti Saint-Simon,Comte, Spencer, Durkheim, Weber, Marx Dan Tokoh Modern Seperti Sorokin, Mead, Cooley, Simmel, Goffman, Homans, Thibuat Dan Kelly, Blau, Persons, Merton, Mils, Dahrendorf, Coser, dan Collins.
Antara pemikiran para perintis awal dan para tokoh sosiologi masa kini tedapat suatu kesinambungan—benang merah. Sebagian bessar konsep teori sesiologi masa kini berakar pada sumbanganpara tokoh klasik. Para ahli agaknya akan cenderung  sepakat bahwa Aguste Comte,Herbert Spencer, Emile Durkheim, Karl Marx dan Max Weber Merupakan Perintis soiologi.
Dalam sosiologi, tokoh yang dianggap sebagai bapak adalah Aguste Comte. Nama “sosiologi” merupakan hasil ciptaannya. Comte pun dianggap sebagai perintis positivisme sumbangan pikiran penting lain yang diberikan comte ialah pembagian sosiologi kedalam bagian besar : statika sosial (sosial statics) dan dinamika sosial (sosia dynamic).
Sumbangan utama marx bagi sosiologi terletak pada teorinya mengenai kelas. Menurut marx pembagian pembagian kerja dalam kapitalisme menumbuhkan dua kelas yang ber-beda kaumbourgeouisie dan kaum proletar, yang kemudian akan mendirikan suatu masyarakat tanpa kelas.
Buku devinision  of labor in society (1968) merupakan suatu upaya durkheim untuk memahami fungsi pembagian kerja dalam masyarakat , serta untuk mengetahui faktor penyebabnya. Durkheim melihat bahwa setiap masyarakat manusia memerlukan solidaritas. Membedakan  antara dua tipe utama solidaritas : solidaritas mekanik, dan solidaritas organik. Lambat laun pembagian kerja dalam masyarakat semakin berkembang sehingga solidaritas mekanik berubah menjadi solidaritas organik.
Dalam buku Rules of Sociological method (1965) Durkheim menawarkan definisinya mengenai sosiologi. Menurut Durkheim, bidang yang harus dipelajari sosiologi ialah fakta sosial.
Buku suicide (1968) untuk merupakan upaya Durkheim untuk menerapkan metode yang telah dirintisnya dalam Rules of Sociological Method untuk menjelaskan angka bunuh diri. Usaha untuk menjelaskan angka bunuh diri itu dilakukannya dengan mengumpulka  dan menganalisis dari kuantitatif.
Weber merupakan seorang ilmuan yang sangat produktif . Salah satu bukunya yang terkenal ialah The Protestan Ethic and the Spirit of Capitalism. Dalam buku ini  ia mengemukakan tesisnya yang terkenal mengenai keterkaitan antara etika protestan dengan munculnya kapitalisme dieropa barat.
Sumbangan weber yan tak kalah pentingnya ialah kajiannya mengenai konsep dasar dalam sosiologi. Dalam uraiannya weber menyebukan pula bahwa sosiologi ialah ilmu yang berupaya memahami tindakan sosial.       



Tidak ada komentar:

Posting Komentar