PARA PERINTIS SOSIOLOGI
TOKOH
SOSIOLOGI KLASIK
·
AGUSTE
COMTE (1798-1857)
·
KARL
MARX (1818-1883)
·
EMILE
DURKHEIM (1858-1917)
·
MAX
WEBER (1864-1920)
TOKOH
SOSIOLOGI MASA KINI
·
MILLS
·
DAHRENDORF
·
COSER
·
COLLINS
RINGKASAN
Menurut peter berger
pemikiran sosiologis berkembang manakala masyarakat menghadapi ancaman terhadap
hal yng selama ini dianggap sebagai hal yang sudah seharusnya demikian , benar,
nyata. Manakala hal yang selama ini menjadi pegangan manusia mengalami krisis,
maka mualailah orang melakukan renungan sosiologis.
Para pemuka
sosiologis terdiri atas sejumah tokoh klasik seperti Saint-Simon,Comte,
Spencer, Durkheim, Weber, Marx Dan Tokoh Modern Seperti Sorokin, Mead, Cooley,
Simmel, Goffman, Homans, Thibuat Dan Kelly, Blau, Persons, Merton, Mils,
Dahrendorf, Coser, dan Collins.
Antara pemikiran para
perintis awal dan para tokoh sosiologi masa kini tedapat suatu
kesinambungan—benang merah. Sebagian bessar konsep teori sesiologi masa kini
berakar pada sumbanganpara tokoh klasik. Para ahli agaknya akan cenderung sepakat bahwa Aguste Comte,Herbert Spencer,
Emile Durkheim, Karl Marx dan Max Weber Merupakan Perintis soiologi.
Dalam sosiologi,
tokoh yang dianggap sebagai bapak adalah Aguste Comte. Nama “sosiologi”
merupakan hasil ciptaannya. Comte pun dianggap sebagai perintis positivisme
sumbangan pikiran penting lain yang diberikan comte ialah pembagian sosiologi
kedalam bagian besar : statika sosial (sosial statics) dan dinamika sosial
(sosia dynamic).
Sumbangan utama marx
bagi sosiologi terletak pada teorinya mengenai kelas. Menurut marx pembagian
pembagian kerja dalam kapitalisme menumbuhkan dua kelas yang ber-beda kaumbourgeouisie
dan kaum proletar, yang kemudian akan mendirikan suatu masyarakat tanpa kelas.
Buku devinision of labor in society (1968) merupakan suatu
upaya durkheim untuk memahami fungsi pembagian kerja dalam masyarakat , serta
untuk mengetahui faktor penyebabnya. Durkheim melihat bahwa setiap masyarakat
manusia memerlukan solidaritas. Membedakan
antara dua tipe utama solidaritas : solidaritas mekanik, dan solidaritas
organik. Lambat laun pembagian kerja dalam masyarakat semakin berkembang
sehingga solidaritas mekanik berubah menjadi solidaritas organik.
Dalam buku Rules of
Sociological method (1965) Durkheim menawarkan definisinya mengenai sosiologi.
Menurut Durkheim, bidang yang harus dipelajari sosiologi ialah fakta sosial.
Buku suicide (1968) untuk
merupakan upaya Durkheim untuk menerapkan metode yang telah dirintisnya dalam
Rules of Sociological Method untuk menjelaskan angka bunuh diri. Usaha untuk
menjelaskan angka bunuh diri itu dilakukannya dengan mengumpulka dan menganalisis dari kuantitatif.
Weber merupakan
seorang ilmuan yang sangat produktif . Salah satu bukunya yang terkenal ialah
The Protestan Ethic and the Spirit of Capitalism. Dalam buku ini ia mengemukakan tesisnya yang terkenal
mengenai keterkaitan antara etika protestan dengan munculnya kapitalisme
dieropa barat.
Sumbangan weber yan
tak kalah pentingnya ialah kajiannya mengenai konsep dasar dalam sosiologi.
Dalam uraiannya weber menyebukan pula bahwa sosiologi ialah ilmu yang berupaya
memahami tindakan sosial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar