Selasa, 12 November 2013

RENCANA PEMBANGUNAN KEDUBES AS DI INDONESIA

Amerika Serikat akan membangun kantor kedutaan besar seluas 3,6 hektar di Jakarta. Gedung lama di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, akan direnovasi. Menurut rencana, kompleks yang terdiri dari beberapa bangunan ini akan digunakan para staf Kedubes AS dan Misi AS untuk ASEAN.
Duta Besar AS untuk Indonesia, Scott Marciel, kepada wartawan, Jumat (6/7),  mengatakan, pembangunan gedung Kedubes ini meliputi gedung utama dengan 10 lantai, gedung parkir, gedung-gedung penunjang, ruang tunggu konsuler, tiga pintu gerbang, dan merestorasi sebuah gedung bersejarah yakni gedung PM Sutan Syahrir. Proyek pembangunannya diperkirakan akan menelan biaya US$ 450 juta atau sekitar Rp 4,2 triliun.
Selain untuk mendukung hubungan khusus antara AS dan Indonesia, Kedubes ini dirancang untuk memberikan citra keterbukaan dan transparansi. Proses pembangunan gedung dan komplek direncanakan akan selesai pada 2017.  “Pembangunannya akan dimulai akhir tahun ini dan dijadwalkan selesai pada 2017,” kata Scott.
Pengamat hubungan internasional Budi Mulyana menilai, gedung baru Kedubes AS itu bukan sekadar pembangunan Kedubes tapi merupakan markas militer. Pasalnya dari salinan kontrak rancang bangun pembangunan Kedubes Amerika di Indonesia Department of State 2012 Design-Build Contract for US Embassy Jakarta, Indonesia yang didapatnya, Budi  menjelaskan bahwa pembangunan gedung ini akan dikawal oleh markas satuan pengaman laut Marine Security Guard Quarters (MSGQ).
Dengan embel-embel fasilitas rahasia dan personel keamanan yang diperlukan (Secret Facility and Personnel Security Clearances Required) pembangunan gedung ini akan dijaga ketat tentara Amerika. “Ini mengindikasikan secara jelas apa yang akan dibangun dari gedung 10 lantai ini. Dan gedung ini letaknya tidak jauh dari Istana Negara,” terangnya.
Jika melihat fakta di beberapa negara Timur Tengah, gedung Kedubes Amerika tidak hanya sebagai kantor pusat kegiatan kerjasama antara kedua negara tapi juga berfungsi sebagai agen intelijen dan pangkalan militer. Di Irak, kantor Kedubes Amerika terbesar di dunia yang dibangun tahun 20009 ini menempati areal lebih dari 42 ha atau enam kali luas gedung PBB di New York. Gedung ini mampu menampung 2.000 diplomat Amerika serta 16.000 personel baik sipil maupun militer.  Tidak semua orang bisa berada di wilayah tersebut karena dijaga ekstraketat oleh marinir AS.
Sedangkan di Pakistan yang merupakan kantor Kedubes Amerika terbesar kedua, menempati area 7,2 ha. Harian lokal Pakistan Asia The Dawn menyebutkan, staf tambahan yang dikhususkan berjaga di sana mencapai 350 orang marinir AS. Bahkan harian Asia Times menyebut Kedubes AS di Pakistan layaknya pangkalan militer dalam bentuk Kedubes. Apalagi pejabat Amerika sering menekan Islamabad untuk mengijinkan impor ratusan kendaraan tempur pengangkut pasukan milik Dyncorp kontraktor keamanan AS.
Bagaimana di Indonesia? Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menolak tegas rencana pembangunan gedung Kedubes Amerika di Jakarta itu. Dalam konferensi persnya, KAMMI, dengan tegas menolak rencana itu karena dikhawatirkan akan makin menancapkan hegemoni Amerika dan pengaruhnya serta mencampuri urusan dalam negeri Indonesia.
Pengurus KAMMI Pusat Eric Setiawan mengatakan, KAMMI menolak pembangunan gedung tersebut karena dikhawatirkan akan menjadi pangkalan militer dan intelejen seperti di Irak dan Pakistan. “Ini masalah serius, pemerintah Indonesia yang berdaulat seharusnya bersikap terhadap upaya pembangunan Kedubes AS yang lebih mirip barak militer daripada gedung untuk bekerja”, tandasnya.
Selama ini pemerintah Indonesia seperti tidak berkutik di bawah kekuasaan Amerika. Sejak Indonesia merdeka, Amerika masuk secara perlahan dengan kerjasama dan hubungan diplomatik sehingga berhasil menjalin kerjasama bisnis di bidang pertambangan, gas dan minyak bumi, kesehatan, teknologi, fashion dan sumberdaya manusia.  AS bahkan hampir menguasai seluruh
pertambangan di Indonesia.  AHMAD MUHAJIR (berbagai sumber)



Berikut lokasi komplek Kedubes AS di Jalan Medan Merdeka Selatan sangat membahayakan keamanan nasional Indonesia karena:
1. Hanya sejengkal dari Istana Wakil Presiden;
2. Hanya 100 meter dari Kantor Gubernur DKI;
3. Hanya 100 meter dari Gedung DPRD DKI;
4. Hanya 140 meter dari Gedung Lemhanas;
5. Sangat berdekatan dengan gedung pusat Telkom;
6. Hanya 250 meter dari Istana Negara;
7. Hanya 240 meter dari kantor Mahkamah Agung;
8. Hanya 200 meter dari Markas Besar TNI AD;
9. Hanya 220 meter dari Kantor Kementerian Dalam Negeri;

Tidak ada komentar:

Posting Komentar